18April2014

Presiden Iran Hassan Rohani

Presiden Hassan Rohani

Presiden baru Iran dalam acara pengangkatannya berjanji untuk berupaya memulihkan kondisi ekonomi Iran dan akan bekerjasama dengan dunia internasional untuk menghilangkan "Sanksi-sanksi Menindas".

New York Times seperti dikutip Tasnim News (4/8) melaporkan, Hassan Rohani, Presiden baru Iran, Sabtu (3/8) dalam acara pengangkatan dirinya menekankan upaya pemulihan ekonomi Iran dan berjanji akan bekerjasama dengan dunia internasional untuk menghapus "Sanksi-sanksi Menindas".

New York Times menulis, "Di bawah tekanan sanksi-sanksi internasional karena program nuklirnya yang menghujam perekenomian Iran, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dan Presiden baru negara itu dalam pidatonya kemarin, menekankan pemulihan ekonomi Iran yang selama ini ditekan."

Rohani mengatakan, "Rakyat ingin perubahan dan pemulihan dalam kondisi kehidupannya, mereka ingin kehidupan yang lebih baik." Sebelumnyapun Rohani pernah berbicara soal interaksi dengan dunia internasional, terutama Barat dan mungkin Amerika. Oleh karena itu, para pengamat politik luar negeri memperkirakan akan ada perubahan dalam hubungan Iran-Barat yang dalam beberapa tahun terakhir sempat dingin.

New York Times juga menganalisa kondisi ekonomi Iran dan masalah-masalah yang dihadapinya akibat sanksi. Surat kabar Amerika itu mengatakan bahwa penyelesaian masalah nuklir akan berpengaruh besar terhadap kondisi perekonomian Iran.

Pada saat yang sama New York Times melaporkan, beberapa pihak yang dekat dengan Kepresidenan menegaskan, "Sanksi dan masalah ekonomi tidak akan memaksa kami untuk mundur dari program nuklir. Pertama kami akan mengkaji keseriusan pihak lawan, sebelum kami menyaksikan adanya langkah serius, nyata dan aktif untuk melakukan negosiasi, kami tidak akan begitu saja percaya."

Pekan lalu, sekalipun mendapat tekanan dari pemerintah Amerika, program sanksi baru atas Iran disahkan di Kongres yang menghantam ekspor minyak Iran. Akan tetapi perundingan nuklir yang rencananya digelar bulan September mendatang antara Iran dan Kelompok 5+1 akan banyak berpengaruh terhadap hubungan Iran dengan Barat. (vb/irib/hana ali)

adv3
 
 KOLOM 
lastfm    linkedin 32facebook 32twitter 32
fa

Jurnalisme Kompas
dan Premanisme Ahok

by Faizal Assegaf 

 

Jurnalis yang jujur dan independen adalah aset kemanusiaan. Yang setiap buah pemikirannya menuntun orang banyak untuk menegakkan keadilan dalam peradaban sebuah bangsa.